Dengan demikian, pengapalan batubara, CPO, cangkang sawit, dan komiditas lainya di pelabuhan Pulau Baai kembali normal seperti semula. "Kami sudah 4 bulan tidak ada kegiatan. Sementara biaya operasional dan gaji karyawan tetap kami bayar, tapi kalau pengerukan alur pelabuhan kedalamannya tidak maksimal, dipastikan kegiatan kami tidak bisa berjalan dalam waktu dekat," ujarnya.
Untuk itu, dia mengharapkan PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, agar pengerukan pasir di alur pelabuhan dimaksimalkan lagi, sehingga kedalamanya alur dari saat ini 3 menter bertambah menjadi 5 meter, sehingga kapal pengangkut barang aman masuk ke pelabuhan.
KM Pulo Tello
Dari pemantuan di lapangan, Selasa (8/7/2025) siang, menyaksikan alur masuk pelabuhan yang selama ini mirip lapangan sepak bola karena tertimbun pasar, kini sudah terbuka kembali dan pada saat uji coba kapal ukuran kecil, seperti kapal PT ASDP Pulo Tello sudah bisa lewat masuk ke pelabuhan.
Namun, kapal keruk terlihat secara kasat mata tidak beroperasi menyedot timbunan pasir yang masih banyak tertimbunan di dalam alur pelabuhan tersebut. Dari kejauhan terlihat orang yang ada di atas kapal keruk tersebut, sedang mengelas di beberapa bagian kapal.
"Coba Pak lihat, mata bor untuk menghancurkan timbunan pasur di alur pelabuhan dinaikan atas kapal menandakan kapal tidak bekerja menggeruk pasir. Kalau seperti ini kapan selesainya pengerukan alur pelabuhan Pulau," ujar salah seorang yang ikut menyaksikan kapal keruk tidak bekerja.
Orang tersebut, dari raut mukanya terlihat sangat kecewa melihat kapal keruk tidak bekerja alias berhenti mengeruk timbunan pasir di alur pelabuhan.
"Saya ini sudah 4 bulan menganggur Pak, karena perusahaan tempat saya bekerja tidak ada kegiatan akibat alur pelabuhan tertimbun pasir," ujar orang tersebut ternyata selama ini mengantungkan hidup keluarganya dari pelabuhan Pulau Baai.
Sementara itu, General Maneger (GM) PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, S Joko belum dapat dikonfirmasi terkait kegiatan pengerukan alur pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.