Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak petani muda untuk bersama mewujudkan swasembada gula melalui menanam dan memanen tebu secara optimal. Ia optimistis swasembada pangan dari gula terealisasi cepat di Jatim.
Secara nasional, satu hekrare area tebu rata - rata menghasilkan sekitar lima ton gula. Sedangkan, di Jatim satu hektare area tebu bisa menghasilkan sekitar 20 ton gula.
'Artinya, secara kalkulasi apa yang dihasilkan di Jatim setara dari empat kali produksi dari rata rata nasional," ungkap Khofifah saat menghadiri pelantikan DPC HKTI Kabupaten Lumajang masa bhakti 2025–2030 di Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, akhir pekan.
Oleh karenanya, hal ini menjadi langkah produktif yang bisa dimulai serta dedikasikan bagi petani muda. Untuk mewujudkan swasembada gula nasional jika diseriusi.
"Beberapa negara sudah indent untuk membeli beras dari para Petani kita. Bukan tidak mungkin kita pada saatnya kita juga bisa mengekspor Gula," tegasnya.
Menurut gubernur, kedaulatan pangan harus dibangun dari desa, dari sawah, dan dari para petani. Ia, berharap HKTI Lumajang menjadi mitra strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Sementara itu dalam hal pangan dikatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, luas panen padi di Jatim, mencapai 1,616 juta hektare dengan produksi sebesar 9,270 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), setara 5,352 juta ton beras. Angka ini menyumbang 17,44 persen terhadap total produksi padi nasional.
Pada periode Januari–April 2025, luas tanam padi telah mencapai 924.697 hektare. Pemprov Jatim saat ini tengah melakukan percepatan tanam untuk bulan Mei mengingat curah hujan yang masih tinggi.
Target tanam padi pada bulan Mei sebesar 233.896 hektare dan hingga 23 Mei 2025 telah tercapai seluas 145.892 hektare setara 62,37 persen.