GOWA - SUARA PEMBARUAN - Program 100 hari kerja kepemimpinan awal Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin memasuki tahap evaluasi. Titik berat capaian pada program prioritas, khususnya penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa yang bergerak tanpa menggunakan dana APBD.
Evaluasi itu digelar di Baruga Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Senin (19/5), dipimpin Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Kepala Bappeda Gowa, Sujjadan, dihadiri sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa.
Wakil Bupati mengatakan, program bertajuk "Gowa Bersama" ini harus mampu menjadi langkah awal konkret dalam mengatasi permasalahan sosial, terutama kemiskinan ekstrem. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja secara kolaboratif dan terarah dalam mewujudkan target penurunan angka kemiskinan ekstrem hingga 0 persen.
"Kita harapkan seluruh OPD menjadi Orang Tua Asuh (OTA) bagi warga miskin ekstrem yang datanya telah tervalidasi. Saat turun lapangan bersama Ketua TP PKK, saya masih menemukan rumah warga yang sangat tidak layak huni, seperti di wilayah Mawang dan Bontonompo Selatan. Hal seperti ini harus segera ditangani," tegas Darmawangsyah Muin.
Meskipun saat ini angka kemiskinan di Gowa masih berada di kisaran 17 persen, Wabup Gowa optimis jika sinergi antar OPD berjalan efektif, maka angka tersebut dapat ditekan secara signifikan.
"Kita optimis bisa menurunkan angka ini hingga 9 persen, bahkan kalau bisa sampai 0 persen. Intinya kita ingin warga Gowa bebas dari kategori miskin ekstrem," ujarnya.
Darmawangsyah juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerja sebelum mereka menerima bantuan. Menurutnya, penerima bantuan harus dibekali keahlian atau keterampilan yang dapat mendukung kemandirian ekonomi mereka.
"Masyarakat miskin ekstrem perlu diberi pelatihan lebih dulu sebelum menerima bantuan. Ini penting agar mereka tidak bergantung, tapi mampu menciptakan penghasilan secara mandiri. Saya minta Disnaker memberi ruang dan program pelatihan yang sesuai," katanya.
Penguatan program lain dan validasi data selain program pengentasan kemiskinan, DM sapaan akrab Darmawangsyah Muin juga meminta penguatan dan validasi data untuk program strategis lainnya seperti Gowa Bersih, Gowa Cerdas, Gowa Sehat, Gowa Sejahtera dan Gowa Aman.
"Kita perlu tahu titik mana saja yang sudah dibersihkan, dan mana yang belum. Untuk Gowa Aman, perlu sinergi dengan Kepolisian dan Pengadilan agar data kriminalitas dan kekerasan bisa kita pantau dan intervensi dengan tepat," jelasnya.
Evaluasi Program 100 Hari Kerja ini ditargetkan rampung dan dapat diumumkan secara resmi pada 25 Mei 2025 oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa seluruh program dalam 100 hari kerja ini dijalankan tanpa menggunakan anggaran APBD. Program dilaksanakan secara sukarela oleh seluruh SKPD, termasuk Bupati dan Wakil Bupati yang menjadi OTA bagi warga miskin ekstrem.