Maskapai Garuda Hentikan Rute Penerbangan Bengkulu-Jakarta

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:17 WIB
Bandara Fatmawati Bengkulu mulai April tidak lagi disingahi Maskapai Garuda karena maskai ini menghentikan rute Bengkulu-Jakarta.(Foto/Dok)
Bandara Fatmawati Bengkulu mulai April tidak lagi disingahi Maskapai Garuda karena maskai ini menghentikan rute Bengkulu-Jakarta.(Foto/Dok)

Bengkulu, SUARA PEMBARUAN-Maskapai Garuda Indonesia dipastikan menghentikan penerbangan rute Bengkulu-Jakarta dan sebaliknya mulai Sabtu (28/3/2026). Keputusan ini diambil manajemen perusahaan setelah melalui berbagai pertimbangan, termasuk aspek bisnis dan tingkat keterisian penumpang pada rute yang dilayani.

Penghentian layanan ini dilakukan meskipun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, telah melakukan upaya lobi dan pertemuan khusus dengan pihak manajemen Garuda Indonesia, tapi pihak Maskapai Garuda Indonesia tetap tidak mengubah keputusanya dengan menutup rute penerbangan Bengkulu-Jakarta dan sebaliknya akhir Maret ini.

General Manager Garuda Indonesia Perwakilan Bengkulu, Boby Pratama kepada wartawan membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, keputusan tersebut didasarkan pada evaluasi kinerja operasional. Evaluasi tingkat okupansi penumpang pada rute Bengkulu–Jakarta yang masih berada di kisaran 80 persen.

Menurutnya, angka tersebut belum memenuhi target maksimal yang ditetapkan perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama dalam pengambilan keputusan penghentian layanan penerbangan di daerah tersebut.

“Pihak Garuda sudah mempertimbangkan sisi bisnis secara menyeluruh. Bahkan sebelumnya telah dilakukan kunjungan Gubernur Bengkulu ke Jakarta untuk bertemu dengan manajemen Garuda dan membahas persoalan ini,” ujar Boby Pratama.

Ia menambahkan, kebijakan serupa juga diterapkan di dua provinsi lainnya sebagai bagian dari langkah efisiensi perusahaan dalam menghadapi dinamika industri penerbangan nasional. Meski demikian, layanan penerbangan di Bengkulu tidak sepenuhnya berhenti.

Sementara maskapai anak perusahaan Garuda, Citilink, masih tetap beroperasi melayani rute Bengkulu-Jakarta dan sebaliknya secara normal.

Meski demikian, katanya manajemen Garuda tetap membuka peluang untuk melakukan evaluasi kembali kebijakan tersebut, seiring dengan perkembangan kondisi pasar dan permintaan penumpang di masa mendatang.

Seperti diketahui dengan dihentikanya penerbangan Garuda rute Bengkulu-Jakarta dan sebaliknya, maka saat ini hanya beberapa maskapai saja yang menerbangi Bengkulu, di antara Lion Air dan Citilink.

Dengan berkurangnya jumlah maskapai terbang ke Bengkulu, khususnya rute Bengkulu-Jakarta dan sebaliknya, maka harga tiket pesawat di Bengkulu semakin tinggi di atas Rp 1 juta sekali terbang. Bahkan, pada saat tertentu harga tiket pesawat di Bengkulu melambung di atas Rp 1,2 juta.

Tingginya harga tiket pesawat di Bengkulu, menyebabkan masyarakat biasa untuk ke Jakarta menggunakan bus karena harganya masih murah berkisar Rp 600.000/orang. Kondisi ini membuat penumpang pesawat di Bengkulu semakin berkurang dibanding sebelumnya kecuali hari-hari tertentu, seperti libur Idulfitri dan sebaiknya.

 

 

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X