SUARA PEMBARUAN - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) menyoroti masalah yang dialami skuadnya usai ditahan imbang Laos di laga lanjutan Piala AFF 2024, pada Kamis, 12 Desember 2024.
Terjadi hujan gol dalam laga yang digelar di Stadion Manahan Solo, dan berakhir dengan skor sama kuat, 3-3.Baca Juga: Korupsi Rekayasa Jual Beli Emas Antam, Crazy Rich Surabaya Budi Said Dituntut 16 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,08 Triliun
STY mengaku menyesal dengan hasil tersebut, karena skuad Garuda tidak dapat memanfaatkan momentum bermain di kandang sendiri untuk meraih poin kemenangan di fase Grup B Piala AFF 2024.
"Indonesia maupun tim Laos bekerja maksimal semuanya," ujar STY dalam konferensi pers usai laga Indonesia vs Laos di Stadion Manahan Solo, pada Kamis, 12 Desember 2024.Baca Juga: Wapres Gibran Minta Baznas Perkuat Sinergi Kebencanaan Indonesia Karena Miliki Tingkat Risiko Bencana Tinggi
STY juga mengungkap sejumlah problem yang dialami skuad Timnas Indonesia dalam laga kontra negara Seribu Gajah (julukan Timnas Laos). Berikut ini di antaranya:
Salah Oper
STY menyebut faktor pass miss (salah mengoper bola) menjadi problem yang wajib dibenahi para punggawa Garuda.Baca Juga: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus ke Staf pada Peringatan Hari Antikorupsi
Bagi yang belum tahu, pelatih asal Korea Selatan itu membawa skuad yang didominasi oleh para pemain muda di bawah usia 22 tahun (U-22) dalam gelaran AFF 2024.
Dalam laga melawan Laos, masalah salah oper itu menjadi sorotan tersendiri bagi STY.
"Pass miss (salah oper) itu yang menyebabkan (Indonesia) kemasukan banyak gol," sebut STY dalam kesempatan yang sama.
Transisi Permainan
Dalam kesempatan yang sama, STY juga mengeluhkan terkait strategi transisi permainan dari menyerang ke bertahan yang dilakukan skuad Garuda tidak berjalan optimal.Baca Juga: Kajari Kulon Progo Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, Bantu Ribuan Guru Bangun Integritas
Problem itu juga akibat masalah operan antar pemain yang menyebabkan Timnas Indonesia berkali-kali harus kecolongan dari strategi serangan balik Laos.
"Pass miss (dalam transisi) para pemain itu yang menyebabkan pertandingan ini juga seri juga, sangat disayangkan," terangnya.Baca Juga: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus ke Staf pada Peringatan Hari Antikorupsi