olahraga

Pemkot Semarang Fasilitasi PSIS Kembali Latihan di Stadion Citarum

Kamis, 18 April 2024 | 16:28 WIB
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengecek Stadion Citarum bersama perwakilan PT Mahesa Jenar, Danur Rispriyanto dan Kepala Dispora Kota Semarang, Fravarta Sadman pada

 

Semarang, suarapembaruan.news  - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencoba memberikan support bagi PSIS untuk kembali latihan di Stadion Citarum.

 

Hal tersebut sebagai upaya mendukung tim atau kesebalasan kebanggan warga Kota Semarang tersebut, agar mampu berprestasi di kancah Liga 1 2023/2024. Apalagi saat ini PSIS sedang berusaha lolos ke babak empat besar Liga 1 2023/2024. 

Baca Juga: Jumlah Pemudik Lebaran 2024 di Jateng Mencapai 16,86 juta Orang


Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pihaknya akan terus mendukung PSIS untuk berprestasi dengan memberikan kewenangan pengelolaan tempat latihan di Stadion Citarum.

 

Hal itu dikatakannya usai mengecek Stadion Citarum bersama perwakilan PT Mahesa Jenar, Danur Rispriyanto dan Kepala Dispora Kota Semarang, Fravarta Sadman pada Kamis (18/4/2024). 

Baca Juga: Peringati HUT ke - 475, Pj Gubernur Jateng Apresiasi Kinerja Pembangunan Pemkab Jepara


Dalam kesempatan itu, Mbak Ita sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan komitmennya untuk terus mendukung klub kebanggaan suporter Panser Biru dan Snex yakni PSIS, agar mampu berprestasi di Liga 1 2024. Apalagi pengelolaan Stadion Citarum dengan pihak ketiga, juga akan berakhir pada bulan Mei 2024 ini. 


Untuk itu, pihaknya akan memberikan fasilitas untuk PSIS bisa berlatih di Stadion Citarum, Kota Semarang, termasuk memberikan kesempatan bagi manajamen PSIS untuk mengelola Stadion Citarum. Saat ini pihaknya sedang berusaha mengatur sistem kerja samanya. 

Baca Juga: Nana Sudjana Serahkan Bantuan Keuangan untuk Pemkab Jepara


“Kami akan melakukan atau memfasilitasi untuk PSIS bisa kembali lagi ke Stadion Citarum. Memang masih ada kendala berupa biaya sewa terkait sistem kerja samanya. Sewa ini memang secara keseluruhan dari Perda sangat tinggi sekali. Tetapi kami kemarin melihat bahwa tarif itu belum ada kajian dasarnya. Sehingga kami sudah meminta tim dari Bapenda untuk bisa mengkaji dan kemudian bisa dilakukan revisi, atau komunikasi dengan dewan. Kebetulan ini ada anggota Dewannya, Mas Danur yang mengesahkan sendiri. Jadi kok bisa tarifnya sebesar itu,” ujarnya. 

Baca Juga: Tutup Program USAID CCBO, Mbak Ita Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Halaman:

Tags

Terkini

Polri Resmi Gelar E-Sport Kapolri Cup 2026

Minggu, 7 Juni 2026 | 17:32 WIB