olahraga

Edy Paryono Tutup Usia, Ini Sosok Pelatih Legendaris yang Bawa PSIS Juara Liga Indonesia 1999

Senin, 26 Februari 2024 | 14:18 WIB
Mantan Pelatih PSIS Semarang Edy Paryono hari ini meninggal dunia pada usia 69 tahun akibat sakit sejak tahun lalu. (Instagram @PSISfcofficial)

Semarang, suarapembaruan.news - PSIS berduka. Hari ini, mantan pelatih legendaris tim Mahesa Jenar itu, Edy Paryono, menghadap Sang Khalik.


Dia meninggal dunia dalam usia 69 tahun, usai dirawat di RSUD Tugu Semarang sejak November 2023,  karena sakit yang dideritanya. Edy menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Tugu Semarang pada Senin (26/2/2024) dini hari.


"Hari ini keluarga besar PSIS dan sepak bola Kota Semarang kehilangan sosok penting yang pernah mengantarkan PSIS juara. Selamat jalan coach Edy Paryono, semoga husnul khotimah dan diterima di sisi Allah SWT," tutur Yoyok Sukawi.


Edy Paryono lahir pada 14 Juli 1954 di Kota Semarang. Karier pelatihnya didapat saat dia melatih PSIM Yogyakarta, PSIS Semarang, dan Persipur Purwodadi. Dia pun pernah melatih Persik Kediri.


Pada 11 September 2009, Edy mundur dari Persik karena dua bulan tidak digaji. Selain itu, Edy juga pernah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia pada era Ivan Kolev di kancah Piala Asia 2007 dan era Peter Withe di Piala AFF tahun 2006.


Pada 2010 saat kompetisi utama Indonesia terbagi menjadi Liga Primer Indonesia (LPI) dan Liga Super Indonesia (LSI), Edy ditunjuk oleh manajemen Semarang United yang mengikuti LPI untuk menjadi pelatih kepala.


Namun pada 2011,  Edy berpindah haluan menjadi pelatih kepala PSIS Semarang di bawah naungan LSI.


Pada tahun 2014, ia menukangi tim asal Kalimantan Tengah, Kalteng Putra FC 1. Tahun 2017 ia menukangi tim Laskar Jaka Poleng Persab Brebes di kompetisi liga 3 nasional. Pada tahun 2018 dipinang untuk menjadi juru taktik Persitema Temanggung di kompetisi liga 3 Jawa Tengah.


Prestasi tertingginya adalah mengantarkan Mahesa Jenar menjuarai Liga Indonesia tahun 1998-1999 dan juara Divisi I tahun 2001.


Prestasi ini sebenarnya melampauai pencapaian Sartono Anwar yang mengantar PSIS juara perserikatan pertama kali pada 1987.


Pada Liga Indonesia 1998-1999, dengan bekal skuat yang pas-pasan dan tidak diperhitungkan sebelumnya, PSIS justru tampil sebagai pemenang kompetisi. PSIS dibawa Edy meraih gelar juara setelah mengalahkan Persebaya Surabaya di final lewat gol tunggal Tugiyo.


Trofi PSIS tahun 1999 tak lepas dari tangan dingin Edy dalam menyusun taktik dan strategi. Ia mampu memaksimalkan pemain mulai dari penjaga gawang sampai barisan penyerang.
Jenazah Edy Paryono dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Watu Belah, Mijen, Semarang. *

 

Tags

Terkini