Agung menambahkan, penentuan cabor unggulan di PON harus berdasarkan hasil kompetisi. Sebab, atlet yang menjadi juara dikompetisi untuk menjadi juara di PON. "Karena itu, sebelum ditentukan cabor unggulan, maka perbanyak kompetisi di setiap cobor, sehingga bisa menentukan cabor mana yang bisa meraih mendali di PON," ujarnya.
Prestasi Bengkulu di PON Anjlok
Seperti diketahui prestasi Bengkulu di PON sejak tahun 2008 hingga tahun 2024 anjlok, karena peringkat Bengkulu secara nasional setiap kali PON merosot. Seperti PON 2008, Bengkulu meraih 2 emas, 2 perak dan 5 perunggu dengan peringkat 28 nasional.
Selanjutnya pada PON 2012, Bengkulu hanya meraih 2 perak dan 4 perunggu posisi peringat berada diurutan 31, PON 16 Bengkulu hanya meraih 2 perak dan 2 perunggu dengan peringkat 33 nasional, dan PON 2020 Bengkulu berhasil meraih 1 emas, 4 perak dan 7 perunggu dengan peringkat 30 nasional.
Namun, pada PON tahun 2024 prestasi Bengkulu benar-benar anjlok. Bengkulu hanya berhasil mengolek 7 perunggu tanpa emas dan perak, sehingga peringkat Bengkulu menjadi urutan ke 37 dari 38 provinsi yang menjadi peserta PON.