olahraga

Hujan Gol Mewarnai Final MLSC Yogyakarta seri 1 2025-20226

Minggu, 19 Oktober 2025 | 19:50 WIB
Juara MLSC 1 KU 12, SD Muhamadiyah Karang Ploso (Philipus Anton)

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN- Partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 yang berlangsung di Stadion Tridadi, Minggu (19/10) berlangsung sengit, pada kelompok usia (KU) 10, dengan kemenangan ditangan MI Baburroyyan Kiyudan yang berhasil menjadi juara usai melakoni balas membalas gol melawan SDN 3 Imogiri dengan skor 5-4. Pertandingan final pada KU 12 berlangsung cukuo seru, SD Muhammadiyah Karangploso tampil dominan membekuk SDN 2 Wonoharjo yang berstatus sebagai Juara MLSC Yogyakarta Seri 1 2024 dengan hasil akhir 6-1.

Pertandingan final KU 10 MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 antara SDN 3 Imogiri melawan MI Baburroyyan Kiyudan berlangsung sengit dan menegangkan. Hujan sembilan gol terjadi di pertandingan yang berlangsung terbuka dan saling serang sejak kick-off babak pertama bergulir. Bahkan, SDN 3 Imogiri langsung menciptakan gol cepat yang diciptakan Razqa Hurun Nuha saat laga baru berusia 1 menit melalui skema serangan cepat. Namun, hanya butuh waktu dua menit untuk bisa menyamakan kedudukan 1-1 lewat tembakan jarak jauh yang dilepaskan Aqilla Azahra Putri Yuana.

Kemampuan melepaskan tembakan akurat dari jarak jauh membuat Aqilla kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-9 dan membuat timnya bisa membalikkan keadaan menjadi unggul 2-1. Gol penyeimbang disarangkan oleh Viola Jessica Christina ke gawang MI Baburroyyan Kiyudan pada menit ke-11. Skor imbang 2-2 hanya bertahan satu menit karena tembakan langsung Aqilla dari tengah lapangan sulit dibendung kiper Mysha Adeeva Afsheen. Tambahan satu gol menjadikan MI Baburroyyan Kiyudan bisa menutup babak pertama dengan kedudukan 3-2.

Umpan satu dua membuat pola permainan tim dari SDN 3 Imogiri berubah dan Nuri Azizah Febriana berhasil melesakkan gol ke gawang MI Baburroyyan Kiyudan pada menit ke-20 babak kedua yang membuat skor kembali imbang 3-3. Namun, Aqilla benar-benar menjadi momok di partai final ini karena mampu membuat dua gol tambahan dan total menyumbang lima gol. Bahkan, satu gol pemain SDN 3 Imogiri, Razqa Hurun Nuha satu menit sebelum pertandingan berakhir tidak cukup untuk menjadikan timnya terhindar dari kekalahan.

Aqilla tidak hanya tampil sebagai pahlawan yang mengantarkan MI Baburroyyan Kiyudan menjadi juara pada MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026, ia juga mengukuhkan diri sebagai top scorer KU 10 dengan torehan 39 gol. “Saya sangat bangga karena akhirnya bisa membantu tim menjadi juara setelah di dua seri sebelumnya hanya mencapai babak 32 besar dan delapan besar. Akhirnya di seri ini bisa menjadi juara dan membuat saya semakin yakin untuk mengejar mimpi menjadi pemain timnas putri Indonesia,” ungkap Aqilla.

Sementara itu, partai final KU 12 MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 yang mempertemukan SD Muhammadiyah Karangploso kontra SDN 2 Wonoharjo juga menyuguhkan gelontoran tujuh gol dan aksi-aksi individu atraktif. Namun, mayoritas jalannya pertandingan ini lebih didominasi SD Muhammadiyah Karangploso. Dengan mengandalkan sang pemain bintang, Nadia Shakila Azzahra, SD Muhammadiyah Karangploso tidak butuh waktu lama untuk bisa unggul 3-0 di babak pertama. Nadia menyumbangkan dua gol pada menit ke-1 dan ke-4, sedangkan satu gol lain diciptakan Najwa Azzahra Aprilia Falamulyadi pada menit ke-8. Selama pertandingan, ia kerap menari-nari di atas lapangan dengan kelincahan kaki dan tendangan kencang menjurus ke gawang.

Penampilan agresif dalam menyerang sempat ditunjukkan SDN 2 Wonoharjo di babak kedua dan menghasilkan satu gol pada menit ke-16 yang dikemas Chelsia Naura Putri. Namun, kualitas individu di atas rata-rata dari Nadia membuatnya menambah tiga gol untuk SD Muhammadiyah Karangploso di babak kedua.

Bahkan pada menit ke-17 lewat aksi solo run, Nadia sanggup melewati semua hadangan dari SDN 2 Wonoharjo sebelum mencetak gol kelima untuk timnya. Ia juga tampil menjadi pemain penentu kemenangan tim setelah menorehkan gol pada menit ke-23, dengan 5 golnya sekaligus mengantarkan SD Muhammadiyah Karangploso keluar sebagai kampiun di KU 12 MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026.  

“Seneng banget saya akhirnya bisa menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026. Padahal, sebelumnya tim KU-12 sekolah saya hanya bisa lolos fase grup. Saya ingin mempersembahkan keberhasilan menjadi juara untuk kedua orangtua yang selalu mendukung supaya saya bisa terus mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola sukses dan menjadi bagian dari timnas Indonesia yang tampil di Piala Dunia,” ucap Nadia yang kini berlatih di SSB Putri Mataram Sleman.

MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 yang bergulir pada 14 hingga 19 Oktober 2025 di Stadion Tridadi dan Lapangan Bola Sidomoyo Sleman diikuti oleh 1.619 siswi dari 84 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Yogyakarta dan sekitarnya, yang terbagi ke dalam 69 tim KU 10 dan 80 tim KU 12. Peningkatan peserta di setiap seri menunjukkan tren positif, seiring dengan kualitas yang semakin merata.

Berikut pemenang MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026.  Untuk KU 10 Juara: MI Baburroyyan Kiyudan, Runner-up: SDN 3 Imogiri, Pencetak gol terbanyak: Aqilla Azahra Putri Yuana - MI Baburroyyan Kiyudan (39 gol), Pemain Terbaik: Gabriella Zeta Tampubolon - SDN Ungaran 1,  Kiper terbaik: Delona Sabita Putri - SDN Ungaran 1, Tim Fairplay : SD Muhammadiyah Trini. Sedangkan KU 12, Juara: SD Muhammadiyah Karangploso, Runner-up: SDN 2 Wonoharjo, Pencetak Gol Terbanyak: Nadia Shakila Azzahra - SD Muhammadiyah Karangploso (37 gol), Pemain Terbaik: Mikaela Fruma Adaninggar - SD Tarakanita Bumijo 1, Kiper Terbaik: Vinsensia Naomi Krisna Annabelle - SD Tarakanita Bumijo 1, Tim Fairplay: SD Muhammadiyah Sapen

Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto menuturkan, roda ekosistem sepak bola putri usia dini di Yogyakarta berputar kian kencang sesuai dengan target yang dipatok penyelenggara. Hal tersebut terlihat dari munculnya tim debutan serta juara setiap seri diraih oleh tim berbeda, kecuali SDN Ungaran 1 KU 10 yang berhasil menjuarai MLSC Yogyakarta Seri 1 2024 dan MLSC Yogyakarta 2025 pada Juni lalu. Ia menilai kemampuan srikandi muda cukup merata dan tidak hanya didominasi oleh satu atau dua sekolah saja.

“Salah satu contoh, sebagai pemegang gelar juara dua kali pada KU 10, SDN Ungaran 1 kalah dengan SDN 3 Imogiri di babak semifinal seri ini. Sementara di seri sebelumnya SDN 3 Imogiri kalah 0-4 dengan SDN Ungaran 1 pada partai final. Artinya ada peningkatan secara kualitas dari sekolah yang turut serta di seri-seri sebelumnya. Kami juga mengapresiasi 11 sekolah baru yang berlaga di seri ini. Semoga antusias dan semangat putri Yogyakarta menekuni sepak bola semakin menyala dan diikuti oleh kota lain penyelenggaraan MLSC,” ujar Edi. 

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta, Tri Wulandari mengatakan, peningkatan jumlah peserta di MLSC Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026, selaras dengan bertambahnya kualitas pesepakbola putri. Potensi besar dan daya saing tinggi pun diperlihatkan individu maupun tim yang baru menjajal persaingan di turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini.

Halaman:

Tags

Terkini