bisnis

Investasi Rp50 Miliar, Olympic Group Perluas Jangkauan Bangun Pabrik Plastik Injection Ke- 4 di Manado

Jumat, 29 November 2024 | 21:22 WIB
PT Putra Bintang Minahasa resmi meresmikan pabrik plastik injection ke-4 mereka di Sulawesi Utara (Sulut), yang terletak di Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara, Jalan Raya Manado-Bitung.

Manado, SUARA PEMBARUAN - PT Putra Bintang Minahasa resmi meresmikan pabrik plastik injection ke-4 mereka di Sulawesi Utara (Sulut), yang terletak di Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara, Jalan Raya Manado-Bitung.

Peresmian pabrik ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk lebih mendekatkan produk-produk brand Olymplast kepada masyarakat Sulut, serta mendukung masa depan industri plastik furniture di Indonesia.Baca Juga: Pilkada Kota Bengkulu, Paslon Dedy Wahyudi-Roni Tobing Raih Suara Terbanyak

Wakil Presiden Direktur Olympic Group, Felix Jonathan, mengungkapkan bahwa keberadaan pabrik ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan produk berkualitas kepada masyarakat Sulut, tetapi juga untuk memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

"Pabrik plastik di Sulut ini akan memberikan dampak bagi kesejahteraan dan ekonomi di Sulut karena terbuka lapangan kerja," ujar Felix Jonathan kepada wartawan setelah peresmian.Baca Juga: Khofifah-Emil Menang 60,41% Berdasarkan Real Count dari 51.940 TPS

Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas tujuh hektare ini memerlukan investasi sekitar Rp 50 miliar. Dengan hadirnya fasilitas ini, PT Putra Bintang Minahasa berharap dapat menjadi katalisator dalam pertumbuhan ekonomi Sulut, serta memperkuat posisi brand Olymplast di pasar industri plastik furniture Indonesia.


Tenaga Kerja Lokal

Jonathan menyampaikan bahwa pabrik ini tidak hanya membuka peluang baru bagi tenaga kerja lokal, tetapi juga mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui produk-produk inovatif buatan dalam negeri.Baca Juga: Fredy Pratama Masih Aktif Kirim Narkoba, Bareskrim Ungkap Jaringan yang Dibangun si Bandar Kelas Kakap!

Pabrik ini mempekerjakan sekitar 300 tenaga kerja, yang sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar. Selain itu, ada juga kerjasama dengan UMKM lokal. "Kita, sebagai masyarakat sekitar, bisa maju ekonominya," ujar Jonathan.

Meskipun Olympic sudah beroperasi selama 18 tahun di Sulawesi Utara (Sulut), pabrik ini baru dibangun. Jonathan menambahkan bahwa pabrik ini bukan sekadar pusat produksi, tetapi juga memiliki visi berkelanjutan melalui pendekatan Circular Economy.Baca Juga: Hasil Pilkada Hitungan Cepat Internal, Empat Paslon Kepala Dearah Petahana di Bengkulu Tumbang

Olympic Group mengolah limbah plastik lokal menjadi bahan baku untuk produk furniture baru yang dijual dalam seri eksklusif SCOC Olymplast. Program ini, menurut Jonathan, bertujuan untuk mengurangi limbah plastik sekaligus menciptakan produk bernilai tinggi dan memperkuat komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan.

Pengiriman perdana ribuan kursi plastik diangkut 12 truk ke Provinsi Gorontalo, Tobelo Maluku Utara dan di beberapa Kabupaten dan Kota di Sulut.

"Dengan cirkular economi kami tidak hanya mendaur ulang limba plastik tetapi juga memberikan kehidupan kedua pada bahan yang sebelumnya dianggap sampah, menghasilkan produk furniture yang bermanfaat bagi masyarakat" ujar Felix Jonathan.Baca Juga: Sah! PGN Tandatangani PJB LNG dengan Pelanggan Industri di Kawasan Timur Indonesia

Mengukir Prestasi

Olymplast adalah salah satu merek furnitur plastik yang telah lama menemani keluarga Indonesia selama hampir satu dekade. Jonathan, perwakilan dari Olymplast, mengungkapkan bahwa perusahaan terus mencatatkan prestasi dengan teknologi terkini dan inovasi produk yang dihasilkan. Produk-produk Olymplast, seperti yang terkemuka dalam kategori furnitur plastik, telah diakui dengan penghargaan bergengsi seperti Top Brand dan Wow Brand.Baca Juga: Naikkan Gaji Guru, Prabowo Menangis Penuh Haru: Kami akan Upayakan Terus

Pabrik terbaru Olymplast yang keempat ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat posisi merek sebagai pemain utama dalam industri furnitur plastik, tetapi juga menjadi pelopor dalam mengadopsi pendekatan ekonomi sirkular. Ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk menghadapi tantangan lingkungan global dan memberikan solusi inovasi yang lebih ramah lingkungan.

Halaman:

Terkini

BTN Mulai Akuisisi Bank Victoria Syariah

Rabu, 22 Januari 2025 | 16:50 WIB

Buah Durian Mulai Membanjiri Kota Bengkulu

Kamis, 26 Desember 2024 | 19:39 WIB