bisnis

Lindungi Hak Masyarakat Miskin, Pertamina Bekali Pangkalan LPG dengan Aplikasi MAP

Senin, 7 Oktober 2024 | 08:23 WIB
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto (kiri gambar) beserta tim manajemen melakukan monitoring LPG 3 kg di agen dan pangkalan, (SP.news/Dok)

Konsumen kadang mencurigai isi tabung LPG 3 kg tidak sesuai standar yang disampaikan Pertamina. Sebagai konsumen, masyarakat selalu berharap, pihak Pertamina bekerja sama Pemerintah  rutin melakukan pengawasan ke stasiun pengisian atau agen untuk mengecek keakuratan isi tabung LPG 3 kg.

Fahrougi Andriani Sumampouw menjelaskan, berat total produk LPG 3 kg adalah 8 kg yang terdiri dari berat tabung 5 kg dan berat isi LPG 3 kg. Dia mengimbau konsumen agar membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi, di situ boleh menimbang langsung, apabila tidak sesuai beratnya maka pangkalan wajib mengganti, tegasnya.

Konsumen juga kadang mempertanyakan, mengapa pada bagian pegangan tabung LPG 3 kg sering ditemukan ada kepingan logam sejenis yang dilengketkan. Ini memang belum banyak masyarakat yang tahu. Ternyata, kepingan logam itu sengaja dilas dengan ukuran berbeda-beda, tujuannya sebagai tambahan pemberat agar sebelum tabung dilepaskan ke konsumen, beratnya pas mencapai 5 kg.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen melakukan pengecekan bersama perwakilan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan (Pemda Sulsel), Pemda Sulawesi Barat (Sulbar) dan wilayah lainnya di lingkup Regional Sulawesi. Cotohnya, kegiatan yang dilakukan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) wilayah Retail Sales Area Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) pada 27-30 Mei 2024.

Saat sidak bersama Pemda Sulsel di SPPBE PT Ariany Panrita Mandiri, Kabid Pengembangan Perdagangan dan Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bulukumba, Andi Mirza Melanie S.Sos. MM dan Kepala Bidang Perdagangan dan Koperasi UMK Kabupaten Selayar, Andi Jora, S.H  mengakui bahwa standar prosedur operasional sudah dijalankan dengan baik. “Kami ikut mengecek LPG 3 kg dari awal persiapan, pengisian gas hingga diangkut menggunakan truk untuk didistribusikan ke agen, semuanya berjalan baik,” akui keduanya.

Dari Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekda Mamuju, Andi Iwan Sumantri. B. SE saat sidak di SPBE PT Bahtera Mulya Inti Perkasa (SPBE Non Subsidi) mengatakan, pihaknya selalu bersinergi dengan Pertamina untuk kepuasan pelanggan. “Kegiatan pengecekan ini bentuk sinergi bersama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yaitu memastikan berat tabung dan kualitasnya, sehingga masyarakat mendapatkan sesuai haknya,” ujarnya.

Pengecekan untuk memastikan kuantitas dan kualitas LPG 3 kg yang akan dipasarkan ke masyarakat benar-benar terpenuhi secara quantity dan qualitynya, Pengecekan bersama Pemda untuk memastikan tera metrologi ke masing-masing tabung LPG 3 kg sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Pertamina setiap saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBE untuk memastikan isi tabung dan kualitasnya terjamin. Setiap harinya dilakukan quality control yang ketat untuk memastikan berat isi tabung LPG 3 kg sesuai pengaturan.

Tidak hanya kuantitas dan kualitas, tapi juga aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) juga dicek. Mulai dari uji lab di terminal LPG, kemudian pengecekan visual kondisi tabung. Sebelum pengisian, mengecek pergantian shift pekerja termasuk pemasangan seal karet apabila tidak ada ditabung dan pemasangan seal cap serta mengecek kemungkinan kebocoran sebelum didistribusikan ke agen.

Sidak Penjualan

Komisaris Pertamina Patra Niaga, Muhammad Yusni dan Anwar tak ketinggalan melakukan inspeksi langsung ke sarana dan prasarana PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yaitu Aviation Fuel Terminal Hasannudin dan beberapa Lembaga Penyalur seperti SPBE, SPBU dan Pangkalan LPG di Makassar dalam rangkaian kegiatan Management Walkthrough (MWT)  pada tanggal 27-29 Agustus 2024 lalu.

MWT bertujuan memastikan kehandalan sarana dan fasilitas Pertamina dalam menjaga kelancaran pelayanan distribusi BBM dan LPG, termasuk memastikan penerapan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE) dengan baik serta memberikan semangat langsung kepada seluruh pekerja dan mitra kerja dilokasi.

“Saat inspeksi langsung, kami melihat progress pendaftaran subsidi tepat sudah baik, konsumen LPG 3 kg dengan mudah bertransaksi,” terang Anwar.

Inspeksi mendadak juga sering dilakukan Erwin Dwiyanto, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi beserta tim manajemen dan pemerintah daerah ke beberapa pangkalan penjualan LPG 3 kg, seperti yang dilakukan Jumat (6/9/2024) di sekitar Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar untuk memastikan apakah harga LPG 3 kg yang dijual di pangkalan sudah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah atau tidak.

“Sidak dilakukan secara menyeluruh, selain mengecek harga LPG 3 kg, kami juga memeriksa kepatuhan administratif dan memastikan bahwa kondisi fisik tabung LPG dalam keadaan baik,” jelas Erwin.

Halaman:

Terkini

BTN Mulai Akuisisi Bank Victoria Syariah

Rabu, 22 Januari 2025 | 16:50 WIB

Buah Durian Mulai Membanjiri Kota Bengkulu

Kamis, 26 Desember 2024 | 19:39 WIB